Poetry

MUHAMMAD ‘ALAUDDIN RAMIZ DALAM KENANGAN028

BAIT-BAIT RINDU UNTUK AMY

Oleh : Ar Syamsuddin

Hai Amy, sudah sekian lama kita tak bersama

Apa kabar kau di sana ?

Amy, apa kau ingat hari apa ini ?

Hari ini, adalah hari ulang tahunmu yang ke-15 (semestinya), dan hari ulang tahun kepergianmu yang ke-2

Pada hari ini aku menemuimu kembali lewat goresan pena,

yang senantiasa mengukir setiap kata rinduku pada mu

Amy, apa kau merasakan hembusan angin yang membawa seribu pesan rinduku untuk mu ?

Apa kau melihat ribuan bintang yang melukiskan,

betapa besar kerinduanku pada mu

Amy, masih terbayang tatapan lembut mata mu,

dalam bingkai yang mengantarku ke masa lalu melintas bayang ke saat itu.

Saat kau terbaring lemah, saat kau sabar menghadapi lara,

meski dengan nafas yang tersisa.

Duka yang kau simpan, lebur dalam senyuman’

Kau yang tegar melawan pilu, meski maut menanti mu.

Melewati detik yang menghantam harapan,

Saat jeritan tangis menjadi irama yang akan mengiringi kepergianmu.

Hari ini, mata kembali tak dapat membendung linangannya

Selaras detik demi detik berjalan, sejalan dengan menit demi menit yang terus berlalu,

seiring dengan jam demi jam yang terus bergulir,

seirama dengan waktu yang terus menampakkan kekejamannya.

Tanpa terasa sudah hampir tiga tahun berlalu semenjak kepergian mu

Hari-hariku terasa begitu sepi dan hampa

Dan, hatiku masih sangat merindukan mu

Kata-kata mu di hari-hari menjelang kepergianmu masih terngiang

Terayun lemah tanganmu merangkul tubuhku

Kau hendak berkata, “Maafkan Aku Papa” dan itu sudah terucap sayang.

Saat itu, jiwaku menjerit, hatiku terasa hancur terkeping-keping

Aku sadar, saat-saat yang menakutkan itu akan segera tiba..

Amy..selamat jalan sayang, selamat jalan anakku

Berbahagialah di sisi Tuhanmu

Nafas rindu dan do’a papa menyertai kepergianmu

Meskipun kau mungkin tidak lagi berada di sini (dunia),

tetapi di hatiku…kau tak akan pernah sirna

Dompu, 17 Mei 2010

Hero

Kembali Ke Home

IJINKAN AKU BERCERITA

Oleh : Ar Syamsuddin

Amy, pada puisi ini ijinkan aku bercerita’

Tentang kelabunya awan yang mengiringi kepergianmu,

Atau gerimis yang membasahi batu nisanmu.

Pohon kamboja yang mulai meranggas dan bunga-bunga kecil yang berteduh di bawahnya,

Amy, pada puisi ini aku datang menemuimu,

Aku datang bukan untuk menggugat takdir kematianmu,

Atau menghujat Sang Pemilik maut,

Aku datang hanya untuk mengatakan,

Bahwa kepergianmu adalah pelajaran penuh makna,

Perjalanan panjang untuk direnungkan. 

Bahwa hidup adalah pembuktian atau,

Perwujudan sabar dan ikhlas

Ketika harus menjalani skenario-Nya.

Amy, pada puisi ini aku kembali menemuimu,

Lewat goresan pena untuk menumpahkan segala rindu padamu,

Yang telah pergi untuk menghadap Tuhan Pencipta,

Kepergian yang juga mengajariku tentang hakikat kematian,

Meski kepergianmu adalah kepedihan dalam hatiku,

Amy, aku akan kembali bersama mu lewat untaian kata-kata rinduku yang tak bertepi,

Kau telah pergi, dan kewajibanku kini hanya tersisa doa,

Sementara kelalaian dan kehilafanku hanya menjadi tumpukan sesal,

Dalam helaan nafas saat kutulis puisi ini, 

Di balik nisan yang mengukir namamu,kau hanya diam membisu,

Kepada-Nya aku memohon semoga engkau selalu bahagia,

Walau kini kita tak bisa bersua, namun kau selalu di hatiku.

Amy, aku tak mampu menatap tempat-tempat di mana dulu kau bermain,

Tempat-tempat di mana dulu kau bersekolah,

Tempat-tempat di mana dulu kau kuantar untuk berobat,

Bahkan, aku tak sanggup menatap jasadmu memasuki liang lahat,

Langit mendung, meredup turut berduka,

Riuh rendah orang-orang bercerita tentang kisah-kisah hidup mu,

Walau masa hidupmu tak sepanjang kami merindukanmu.

Dompu, 17 Mei 2013

Iklan

Tulislah apa yang ingin anda katakan di sini !

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s