Raihlah Rasa Aman dan Tenteram di Sini

Butir-Butir Mutiara

8585717

Shalat, sebagimana disyariatkan oleh Islam, bukanlah sekedar hubungan ruhani.Shalat dengan adzan dan iqamat, dan peraturannya, di masjid-masjid atau di rumah-rumah, dengan kebersihan dan suci, dengan penampilan yang rapi, menghadap ke arah kiblat, dengan ketentuan waktunya dan kewajiban-kewajiban lain seperti tilawah, bacaan, gerakan, yang dimulai dengan takbir dan diakhir dengan salam, semuanya pasti memiliki nilai.Lebih dari sekedar rutinitas ibadah. Shalat merupakan sistem hidup, cara pembinaan dan pendidikan yang sempurna, yang meliputi kebutuhan fisik, akal dan hati. Itulah sebabnya Rasulullah saw, jika ditimpa sesuatu persoalan atau mengharap sesuatu, ia bergegas melakukan shalat.(HR.Ahmad)

Perumpamaan untuk kondisi seseorang di dalam shalat, menurut Ibnul Qoyyim rahimahullah, ada dua. Pertama, seperti orang yang memasuki sebuah gedung istana raja. Tapi antara dirinya dan pemilik istana terhalang hijab. Dia terhalang oleh pembatas dan karenanya ia tidak bisa melemparkan pandangannya ke arah pemilik istana dan tidak dapat melihatnya. Hijab yang menghalanginya itu adalah awan…

Lihat pos aslinya 246 kata lagi

Iklan