Kisah: Ketika Tuhan Menyertai Kita.

Dalam hidup ini selalu ada hal-hal yang membuat kita berfikir dan merenung kembali tentang kejadian yang pernah kita alami. Seperti ada satu kejadian yang pernah saya alami di tahun 1989. Ketika itu saya dan kawan-kawan mahasiswa tugas belajar di sebuah Perguruan tinggi di Bandung, sedang asyik-asyik nonton TV. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara keributan di lantai dasar. Setelah saya tengok ternyata memang ada keributan karena ada penyerangan dari sekelompok anak-anak muda kampung sebelah. Mereka tersinggung karena salah seorang temannya kepergok oleh teman-teman mahasiswa saat mencuri jemuran di Asrama putera satu hari sebelumnya.Karena semua teman pada turun ke bawah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, saya pun ikut turun dan kami semua mungkin dianggap musuh oleh mereka karena ikut menampakkan diri di tempat keributan itu. Apa yang selanjutnya terjadi? Meskipun percekcokan yang terjadi sudah bisa terselesaikan di antara kami dengan mereka, namun rupanya, di antara mereka masih ada yang menyimpan dendam terhadap kami.

Ke esokan harinya, adalah hari Jum’at dan sebagaimana biasa kami mahasiswa yang beragama Islam berangkat bersama-sama ke mesjid untuk menunaikan shalat Jum’at. Namun ketika selesai shalat, kami tidak pulang bersama-sama. Dan saat itu saya sendiri agak lama berada di dalam mesjid karena cukup lama juga saya berdoa dan berdzikir. Setelah selesai berdoa, saya tengok kiri kanan ternyata teman-teman sudah pada pulang. Akhirnya saya pun beranjak pulang. Ketika saya keluar dari pintu mesjid, sekelompok anak-anak muda yang kemarin menyerang kami di asrama sudah berada di depan pintu mesjid, kebetulan di situ ada semacam deker tempat mereka dudu-duduk.

Saya melihat wajah mereka nampak marah sekali dan seakan mau menyerang saya.Dalam hati saya bergumam sambil berdoa, “Ya Allah Engkau Maha Mengetahui,saya tidak bersalah dan tidak punya niat jahat pada mereka, tapi mungkin mereka salah paham, sehingga saya dianggap bagian dari musuh mereka, karena itu lindungi saya ya Allah.”

Dengan Bismillah…saya pun melangkah keluar dan tidak memberikan reaksi apa-apa pada mereka.Karena kalau saya bereaksi pasti mereka makin yakin kalau saya ikut membenci mereka. Tapi ketika saya meninggalkan tempat mereka, satu orang dari mereka bangkit dan mengikuti saya dalam jarak yang cukup dekat. Sekali lagi, saya tidak merespon dan saya serahkan pada perlindungan Allah, saat itu saya hanya menguatkan diri saya bahwa Allah akan melindungi saya, dan alhamdulillah begitu saya menoleh ke belakang, anak muda tadi sudah kembali.

Kejadian seperti ini bisa juga terjadi pada semua orang dan bahkan bisa berulang, (semoga Allah melindungi) kita semua dari hal-hal semacam itu, amin..@

Iklan