Akankah Kita Dipertemukan di Surga Kelak?

Sebuah pertanyaan yang menarik. Menarik-nya, karena tentu kita semua ingin mengetahui apakah benar kita akan dipertemukan nanti di surga dengan orang-orang yang kita cintai, utamanya keluarga kita. Namun demikian, kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di surga nanti, kecuali lewat pemberitahuan resmi dari Allah Swt atau lewat Rasulullah Saw. Kita tidak akan pernah tahu apakah nanti kita akan dipertemukan lagi dengan keluarga atau tidak, kecuali melalui penelusuran ayat demi ayat di dalam Al Qur’an atau lembar demi lembar kitab hadits nabawi.

Dan alhamdulillah, ternyata di dalam Al Qur’an Al Karim, terdapat satu ayat di mana Allah Swt memberikan keterangan tentang orang-orang yang beriman dengan keluarga mereka di surga. Yaitu seorang yang telah masuk surga, diberikan kenikmatan tambahan, yaitu dikumpulkannya bersama keluarganya di surga.

Orang-orang yang beriman dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. Kami kumpulkan anak cucu mereka. Dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
Tapi pengumpulan seseorang dengan keluarganya ini ada syaratnya. Yaitu keluarganya atau anak keturunannya itu adalah orang yang beriman dan memang berhak untuk masuk surga, meski tidak sama derajatnya. Adapun bila tidak masuk surga, tentu saja tidak bisa berkumpul. Karena tempatnya di neraka, dan kedua belah pihak tidak akan bisa dipertemukan.
Adapun bila sama-sama di surga, meski berbeda leval, insya Allah ada fasilitas untuk bisa berkumpul. Meski demikian, kita pun tidak tahu apakah bersifat seterusnya atau sekedar sesaat saja.
Sebagaimana kita ketahui bahwa surga itu ada beberapa level. Setiap orang akan menempati level sesuai dengan timbangan amalnya selama di dunia. Siapa yang timbangan amalnya berat, maka ia akan menempati level yang lebih tinggi. Sebaliknya, siapa yang timbangan amalnya ringan, meski sama-sama di surga, akan menempati level yang lebih rendah.
Dengan adanya kemurahan Allah Swt, mereka yang berada di level yang lebih rendah bisa diupgrade ke level yang lebih tinggi, asalkan keluarganya berada di level yang lebih tinggi itu meminta kepada Allah Swt. Penjelasan seperti ini bukan dengan mengarang atau berangan-angan, tetapi berdasarkan sabda Rasulullah saw lewat riwayat yang marfu’ sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra berikut ini : Dari Ibnu abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila para ahli surga telah memasuki surga, salah seorang mereka menanyakan tentang kedua orang tuanya atau isterinya atau keturunannya. Namun dijelaskan kepada mereka bahwa keluarganya itu tidak mendapat ganjaran seperti yang diterimanya. Maka orang itu berkata, Ya Tuhan, sesungguhnya dahulunya aku beramal bukan hanya untuk diriku saja, tetapi juga untuk keluargaku. Maka diperintahkan untuk mengumpulkan keluarganya itu kepada.”

Di dalam kitab An-Nasikh wal Mansukh disebutkan dari An-Nahhas secara marfu’ bahwa diriwayatkan dari Abi Said bin Jubair Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya Allah SWT meninggikan derajat anak cucu orang beriman agar dapat bersamanya di dalam surga.Meskipun anak keturunannya itu tidak sampai derajatnya karena kurangnya amal. Pertemuan ini sebagai bentuk penyejuk mata bagi orang beriman tersebut…Kemudian beliau membaca potongan ayat : Orang-orang yang beriman dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami kumpulkan anak cucu mereka dengan mereka…
Oleh karena itu, marilah kita berdo’a agar di akhirat nanti kita dimasukkan ke dalam surga, lalu bisa dikumpulkan bersama dengan saudara-saudara kita ke dalam level yang lebih tinggi. Dan marilah kita takut kepada Allah SWT dari melakukan pelanggaran dan larangan-Nya agar jangan sampai kita terperosok masuk ke dalam neraka.(Indahnya Surga, Ya’cub Chamidi,S.S dan Mafruhah,S.Pd.I)

https://twitter.com/MTLovenHoney/status/472224996144594945

Terima kasih sudah berkunjung di Butir-Butir Mutiara
.Silakan jika ingin meninggalkan pesan dan kesan untuk kami di forum komentar, di halaman About atau di halaman Guest book.

Iklan