“Mutiara dalam Hatiku”

Hikmah Perjalanan Seorang Insan

Tahun 1998, merupakan tahun bersejarah bagi Indonesia dan bersejarah pula bagi perjalanan hidupku. Betapa tidak, aku yang sudah kehilangan arah, seolah menemukan secercah cahaya kebaikan untuk mengembalikan jalur hidup ini pada sesuatu yang lebih berarti.

Kegersangan dalam hidupku seolah sedikit demi sedikit terlepaskan melalui kesegaran telaga tarbiyyah yang menggugah. Ya, saat itulah titik balik perbaikan diri dimulai.

Saat itu, beberapa hari setelah ku melanjutkan studi di sekolah itu, ku bertemu dengan sosok kakak yang memiliki peran ganda. Ia sebagai kakak pengayom dan sekaligus sebagai guru pembimbing spiritualku. Dengan perawakan yang ideal, tidak tinggi dan tidak pula pendek, berbadan tegak dan pandangan penuh kewibawaan. Ia, guru spiritualku yang pertama, Kang Helmy Bachtiar Riva’i.

Sosok bersahaja itu, selalu mengisi hari-hariku di sekolah dengan siraman ruhani yang begitu menggetarkan. Semakin hari, hati ini semakin terikat kuat. Kharismanya seolah menyihirku untuk terus melakukan perbaikan hidup menuju jalan yang diridhai Allaah.

Kata-kata sederhananya, menjadikan ilmu-ilmu…

Lihat pos aslinya 93 kata lagi

Iklan